Mudik Gratis 2019 Bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam hal ini Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2019 melakukan kegiatan arus mudik gratis bagi warga Ibu Kota.

Tersedia 10 Kota tujuan dalam mudik gratis yang akan dilakukan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Kali ini, diantaranya untuk Provinsi Jawa Barat : Ciamis & Kuningan; Provinsi Jawa Tengah : Tegal, Pekalongan, Semarang, Kebumen, Solo & Wonogiri ; Provinsi DI Yogyakarta : Yogyakarta dan Provinsi Jawa Timur : Jombang.

Penyelenggaraan Mudik Gratis Kali ini akan tersedia untuk 16.587 penumpang dan 5.560 sepeda motor. Pendaftaran dapat dilakukan melalui online pada portal https://mudikgratis.jakarta.go.id/ atau bisa mendatangi kantor Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan Suku Dinas Perhubungan di 5 Wilayah DKI Jakarta.

Adapun alamat kantor yang dapat dikunjungi untuk melakukan pendaftaran ataupun verifikasi berkas pendaftaran :

  1. Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta
    Jl. Taman Jatibaru No.1, RT.17/RW.1, Cideng, Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10150
  2. Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur
    Jl. Pegambiran No.31A, RT.16/RW.6, Jati, Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
  3. Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat
    Jl. Raya Ring Road, Rawa Buaya, Cengkareng, RT.8/RW.6, Duri Kosambi, Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11750
  4. Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat
    Jl. St. Senen No.5, RW.3, Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10410
  5. Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara
    Jalan Laksamana Yos Sudarso, Rawabadak Utara, Koja, RT.6/RW.14, Rawabadak Utara, Jakarta Utara, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14230
  6. Suku Dinas Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Selatan
    Kavling 45-46, Mt Haryono, RT.3/RW.3, Cikoko, Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12810

Bagi warga Ibu Kota yang akan mengikuti Mudik Gratis ini, perlu menyiapkan KTP/Kartu Keluarga (Surat Keterangan dari Kelurahan) yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta dan bagi peserta mudik gratis yang akan membawa serta sepeda motornya dapat menyertakan STNK.

Dishub DKI Jakarta Cek Kelayakan Angkutan Umum AKAP

Jakarta – Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan memeriksa kelayakan kendaraan angkutan umum di seluruh Jakarta. Kendaraan yang tidak layak jalan akan distop operasinya. melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ram cek terhadap bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (11/04/2019)

Kepala Terminal Bus Kalideres Revi Zulkarnaen mengatakan, bahwa ram cek pra angkutan lebaran 2019 yang kembali digelar ini melibatkan petugas UP PKB Kedaung Angke, Dalops Dinas Perhubungan Pemprov DKI, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat dan Gakum ditlantas Polda Metro Jaya.

“Dimulai dari kemaren ram cek ini dengan tujuan semua bus yang berangkat dari terminal Kalideres dalam keadaan layak jalan. Apabila kendaraan itu layak jalan tentunya akan diberikan stiker dari Dinas Perhubungan dengan cara ditempel didepan kaca bus tersebut,” ucapnya.

Revi menjelaskan, ram cek pra angkutan lebaran yang di mulai dari tanggal 8 April sampai tanggal 26 April 2019, jumlah yang sudah diperiksa totalnya ada 69 kendaraan. Dan hari ini sudah 10 kendaraan yang diperiksa, 7 kendaraan di nyatakan lulus, sedangkan 3 kendaraan dinyatakan tidak lulus. Seperti kacanya yang sudah retak, tidak dilengkapi alat perlengkapan pemukul kaca, tidak ada kotak obat juga segitiga pengaman.

“Dari pemeriksaan ram cek ini dilihat dari unsur pelanggarannya dan ada tiga unsur yaitu unsur administrasi, unsur utama dan teknis penunjang. Kalau unsur penunjang diberikan surat teguran supaya melengkapi kekurangannya,” terang Revi.

Menurutnya, kenapa ram cek dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya, karena ada masa waktu bagi perusahan bus atau pemilik kendaraan untuk memperbaiki kekurangannya,

“Seperti remnya kurang maksimal sehingga pas di hari lebaran nanti semua kendaraan tersebut di pastikan layak jalan dan calon penumpang pun pada saat perjalanan mudik lebaran merasa aman dan nyaman,,” jelasnya.

Pewarta : Sugeng

Sumber : wartalika.id

Pembatasan Mobil Pribadi di Kemang, Anies: Jangan Fokus soal Larangan

Jakarta – Pembatasan kendaraan di kawasan Kemang akan diberlakukan setelah revitalisasi trotoar selesai. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat tidak fokus pada larangan saja.

“Begini, bukan, intinya jangan fokus pada soal larangan. Yang justru harus dibangun adalah kita membuat suatu ekosistem yang secara perekonomian sehat, dampak lingkungan hidup, dan lalu lintasnya minim,” ucap Anies kepada wartawan di JS Luwansa Hotel, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Kamis (11/9/2019).
Anies tak hanya melakukan pembatasan di Kemang, tapi juga di lokasi lain, seperti Jalan Kendal, kawasan Stasiun Sudirman. Ada maksud lain dari penutupan tersebut.

“Sama seperti kita buat kebijakan soal Jalan Kendal dibuat jadi tempat pejalan kaki. Dan ketika itu dilakukan, fokusnya kan juga bukan larangan mobil lewat Jalan Kendal, fokusnya adalah bagaimana Jalan Kendal bisa dipakai untuk mobilitas antarmoda,” ucap Anies.

Seperti diketahui, saat ini Pemprov DKI Jakarta sedang merevitalisasi trotoar di kawasan Kemang. Trotoar di Kemang akan diperlebar hingga 3 meter. Total trotoar yang diperlebar sepanjang 7,5 kilometer dari Jalan Prapanca sampai Kemang Selatan.
Kawasan Kemang nantinya akan dibatasi dari kendaraan pribadi untuk membuat nyaman pejalan kaki. Kendaraan pribadi tanpa tanda pengenal dilarang melintas.

“Yang boleh masuk mobil si warga itu sendiri sama shuttle bus yang disiapkan untuk angkut orang masuk ke kawasan itu. Namun kendaraan dari luar nggak boleh masuk, kecuali kendaraan pribadi milik warga,” kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugara di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (8/4).

Sumber : detik.com

Pemprov DKI akan Sediakan Shuttle Bus buat Keliling Kemang

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang menata kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Nantinya, Pemprov bakal menyediakan kantong parkir dan shuttle bus agar warga mudah berkeliling ke kawasan Kemang.

“Kami memang ada ide nanti, ada tempat-tempat parkir, tapi belum ditentukan (lokasinya) sekarang, supaya warga lebih banyak bergerak dengan jalan kaki. Kami akan siapkan shuttle yang secara rutin melewati Kemang,” ucap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di JS Luwansa Hotel, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Anies ingin pengunjung Kemang tidak hanya mengunjungi satu lokasi, tapi juga berkeliling. Dia mencontohkan kegiatan pengunjung di mal.

“Kalau saat ini, kalau mau datang ke tempat-tempat restoran, kafe, harus menentukan dulu mau ke mana, baru parkir di mana, tapi tidak bisa berjalan me-review, memilih, ngobrol,” kata Anies.

“Kalau di mal bisa karena ada tempat jalan kaki yang cukup. Nah, kita akan ciptakan tempat jalan kaki yang cukup tapi di ruang terbuka,” sambungnya.

Penataan Kemang sedang berlangsung dan ditargetkan selesai pada tahun ini. Wilayah yang trotoarnya akan direvitalisasi ada di Jalan Prapanca sampai Kemang Selatan.

“Itu sebabnya dari Prapanca sampai Kemang Selatan itu akan dijadikan objek percontohan, dan juga Casablanca di Jalan Satrio. Itu juga akan jadi percontohan. Nantinya itu akan dikerjakan di banyak tempat di Jakarta,” kata Anies.

Anies berharap ditatanya kawasan Kemang akan menambah pergerakan ekonomi di sana. Selain itu, kegiatan masyarakat untuk berjalan kaki juga meningkat.

“Kita ingin nantinya kegiatan perdagangan, restoran, kafe, dan lain-lain bisa bergerak dengan baik karena mobilitas penduduk cukup tinggi,” ucap Anies.

Sumber : detik.com

Gunakan HP Sambil Mengendarai Kendaraan Dilarang, Dengan Sanksi Pidana Kurungan 3 Bulan

JAKARTA – Hand phone (HP) merupakan alat komunikasi yang praktis karena dapat dibawa kemana-mana. Namun harus dapat dikontrol cara penggunaannya. Termasuk menggunakan HP sambil mengemudi dilarang UU karena berbahaya bagi keselamatan.

“Larangan penggunaan HP saat mengemudi, secara spesifik tidak diatur dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang LLAJ. Tapi, pengendara (yang menggunakan ponsel) bisa terkena pasal 106 ayat 1 tentang “pengemudi wajib mengendarai kendaraan dengan penuh konsentrasi,” sebut akademisi dan Bunda SALUD Tri Susilo Hidayati di Jakarta.

Pengertian wajib mengendarai dengan penuh konsenterasi, lanjut dia, mencakup melarang kegiatan-kegiatan yang mengganggu konsentrasi berkendara. Hal itu kalau dibiarkan bisa membahayakan keselamatan anda dan pengguna jalan lainnya.

“Menggunakan HP saat berkendara merupakan kegiatan yang dapat mengganggu konsentrasi. Kegiatan tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas,” papar Susi

Kini, sudah banyak kejadian kecelakaan yang diakibatkan pemakaian HP saat berkendara. “Sanksi terhadap pelanggaran pasal tersebut diatur dalam pasal 283 UU yang sama, yakni denda maksimal Rp750 ribu dan kurungan 3 bulan,” sebut muhammad izza wahana menambahkan.

Untuk itu marilah bersama-sama hindari pemakaian HP saat berkendara yang dapat mengganggu konsentrasi. Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas. “Safety first zero accident,” seru Susi.(helmi)

Sumber : beritatrans.com

Ada 4 Pihak Terkait Erat Dengan Keselamatan Kendaraan

JAKARTA – Membangun dan mengoperasikan armada atau kendaraan yang berkeselamatan tak sendirian, karena melibatkan mata rantai usaha yang berbeda-beda.

“Sedikitnya ada empat pihak yang terkait jika akan membangun armada angkutan yang berkeselamatan itu. Mereka adalah perusahaan pembuat chasis dan engine, kemudian karoseri, AC serta daealer,” kata Direktur Operasi dan Plt Direktur Teknik PT TransJakarta Daud Jhosep saat pembukaan Pelatihan Electric Load Analisys (ELA) di Jakarta, kemarin.

Jika kita komit membangun dan mewujudkan angkutan umum yang baik dan berkeselamatan, lanjut Daud, maka empat pihak tersebut harus komit dan satu kata, keselamatan menjadi fokus utama.

“Mereka (empat pihak tersebut) mempunyai tupoksi masing-masing, tapi harus komit untuk mewujudkan keselamatan transportasi,” jelas Daud lagi.

Dalam kasus kebakaran bus TransJakarta misalnya, menurut dia, tak bisa serta merta menyalahkan TransJakarta sebagai operator bus. Meski diakui, pihak TransJakarta sebagai enduser tak bisa begitu saja mengelak dan cuci tangan dalam kasus kebakaran bus tersebut.

“Transjakarta hanya konsumen dan menerima bus dalam bentuk glondongan (jadi). Kita tak tahu, bagaimana proses pembangunannya dan apa benar komponen dan cara pembangunan bus sudah mengikuti kaidah yang benar dan berkeselamatan,” papar Daud.

Arif S, dari Divisi Teknik TransJakarta menambahkan, kita terima bus dari dealer sudah dalam bentuk bus jadi. Dan tak mungkin membongkar satu- persatu guna mengecek kompnen di dalam kendaraan tersebut.

“Termasuk komponen kabel-kabel di dalam bus, yang diduga tidak standard dan mudah memicu kebakaran,” kata dia.

IMG-20190409-WA0059

Dipicu Hal-Hal Sepele

Sementara, aku Arief, setiap hari TransJakarta mengoperasikan sekitar 950 unit bus berbagai jenis, ukuran serta dibangun di berbagai karoseri yang berbeda.

Oleh karena itu, usai mengikuti pelatihan Eletric Load Analisys (ELA) bekerja sama dengan KNKT, Arif mengaku makin was-was. “Yang dilakukan TansJakarta sebagai enduser dan opeartor bus adalah melakukan perawatan rutin,” tukas dia.

“Sementara, isi di dalamnya termasuk komponen kabel misalnya tak semua tahu, karena sudah dibungkus dan disambung rapi saat perakitan di karoseri,” aku Aris.

Terkait masalah tersebut, investigator senior KNKT Ahmad Wildan mengatakan, kini semua pihak harus komit dan melakukan tupoksinya dengan standar keselamatan yang tinggi.

“Kecelakaan seperti kebakaran kendaraan bisa dipicu oleh hal-hal sepele, seperti proses dan penggunaan kabel yang tidak standar,” kata dia.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Operator bus sebagai end user pun harus teliti, bahkan berhak menanyanakan standar keselamatan dalam proses pembangunan bus atau truk di karoseri dulu,” tegas Wildan.(helmi)

Sumber : beritatrans.com

Pelintasan Sebidang KA Rawan Laka Lantas, Tapi Belum Jadi Prioritas Utama di Berbagai Daerah

JAKARTA – Kecelakaan di perlintasan kereta api (KA) di berbaai daerah di Indonesia masih sangat tinggi. Hamoir setiap titik perlintasan sebidang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Sementara, kondisi tersebut di daerah masih merupakan penanganan yang tidak prioritas penting dan mendesak untuk segera dilakukan.

“Sering terjadi, anggaran penanganan perlintasan KA yang diajukan eksekutif ditolak oleh legislatif,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang, DJoko Setijowarno kepada BeritaTrans.com di Jakarta, kemarin

Dikatakan, perlintasan KA sebidang dengan jalan raya wajib dilengkapi pemasangan rambu lalu lintas dan pemasangan marka jalan.

“Selain itu juga dapat dilengkapi pula dengan Alat Pengatur Isyarat Lalu Lintas (APILL), Variable Message System (VMS) dan APILL terkoordinasi (Area Traffic Control System/ ATCS),” jelas Djoko yang juga akademisi senior itu.

Sementara, dampak pembiaran adalah terbunuhnya anak bangsa Indonesia secara sai-sia akibat korban perlintasan sebidang, pembiaran pelanggaran hukum oleh seseorang sehingga menyebabkan meninggalnya orang lain.

“Dan, pembiaran yang menyebabkan kerugian materi berupa kerusakan fasilitas sarana dan prasarana kereta api,” kilah DJoko.

Jenis pembiaran itu, menurut Djoko, seperti pembiaran oleh pemberi ijin, pembiaran oleh penyelenggara, pembiaran oleh pemegang ijin, pembiaran oleh yang berwenang menutup, pembiaran oleh yang wajib melakukan evaluasi, pembiaran oleh aparat penegak hokum, dan pembiaran oleh masyarakat.

Dasar hukum

Undang-Undang No.23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian (pasal 91), menyebutkan, “perpotongan antara kereta api dan jalan dibuat tidak sebidang. Pengecualian hanya dapat dilakukan dengan tetap menjamin keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api dan lalu lintas jalan.”

Undang-Undang No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (pasal 114), menyebutkan bahwa pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan Jalan, Pengemudi Kendaraan wajib (a) berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain.

Selanjutnya, (b) mendahulukan kereta api; dan (c) memberikan hak utama kepada Kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.

Fakta di lapangan, tambah Djoko, Pemerintah Daerah tidak menutup, perlintasan sebidang tidak menjamin keselamatan, tidak ada yang merasa bertanggung jawab, banyak yang tidak diurus, dan tidak ada evaluasi.(helmi)

Sumber : beritatrans.com

Buruan Daftar, Mudik Gratis Sepeda Motor dengan Kapal Laut Dibuka Mulai Hari Ini

​JAKARTA  – Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut hari ini (8/4) membuka pendaftaran online mudik gratis sepeda motor dengan kapal laut tahun 2019 dengan rute Jakarta – Semarang dan Semarang – Jakarta melalui website: https://mudikgratis.dephub.go.id.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut,  Capt. Wisnu Handoko, menjelaskan  jadwal keberangkatan angkutan laut mudik gratis dengan kapal bagi pengendara sepeda motor dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta – Tanjung Emas Semarang pada tanggal 30 Mei dan 1 Juni 2019. Sedangkan  untuk jadwal arus balik dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang – Tanjung Priok Jakarta mulai tanggal 8 dan 10 Juni 2019.

”Adapun kuota yang disiapkan oleh Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk mudik gratis dengan kapal tahun ini adalah sebanyak 4.000 sepeda motor dan 8.000 orang penumpang, yang terdiri dari 2.000 sepeda motor dan 4.000 orang penumpang untuk arus mudik, serta 2.000 sepeda motor dan 4.000 orang penumpang untuk arus balik,” kata Capt. Wisnu di sela acara Rapat Kerja Direktorat Jenderal Perhubungan Laut hari ini (8/4) di Jakarta.

Menurut , Capt. Wisnu, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah melakukan berbagai persiapan penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran tahun 2019 (1440 H), termasuk mempersiapkan pelaksanaan mudik gratis dengan kapal bagi pengguna sepeda motor dengan rute Pelabuhan Tanjung Priok – Tanjung Emas Semarang (PP).

Dalam pelaksanaannya mudik gratis  dengan kapal tahun 2019 ini, Direktorat Jenderal Perhubungan menyiapkan 1 (satu) unit kapal penumpang untuk melayani mudik gratis dengan kapal.

Adapun 1 (satu) kapal yang disiapkan untuk mudik gratis tersebut berkapasitas penumpang 2000 penumpang dan 1000 sepeda motor untuk satu kali voyage dengan total voyage sebanyak 4 kali (2 voyage arus mudik, 2 voyage arus balik).

Selain itu,  menurut Capt. Wisnu program Mudik Gratis dengan kapal laut bagi pengendara sepeda motor merupakan salah satu komitmen Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk memberikan pelayanan angkutan lebaran kepada masyarakat khususnya bagi pemudik yang menggunakan sepada motor agar dapat berjalan sampai tujuan masing-masing dengan aman, selamat, tertib dan nyaman.

“Sesuai slogan Mudik Lebaran tahun 2019 ini yaitu Mudik Selamat Guyub Rukun, Pemerintah berharap melalui program mudik gratis ini akan meningkatkan kelancaran lalu lintas angkutan jalan raya dan mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas pengguna jalan raya khususnya pengguna sepeda motor pada jalur pantai utara,” kata Capt. Wisnu.

Menurut Capt. Wisnu, program mudik gratis ini juga sejalan dengan arahan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang mengimbau agar para pemudik sepeda motor mengurangi atau tidak menggunakan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh sehingga mudik gratis dengan kapal laut ini bisa menjadi alternatif bagi masyarakat.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang akan mudik tahun ini, mulai sekarang untuk bersiap-siap dan manfaatkan kesempatan mudik gratis dengan kapal ini sebaik-baiknya. Mudik dengan kapal laut selain gratis juga lebih aman dan nyaman,” pungkas Capt. Wisnu.

Berikut adalah beberapa informasi penting terkait ketentuan dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemudik yang mau mendaftar mudik gratis dengan kapal bagi pengendara sepeda motor, yaitu :

1) Pendaftaran Mudik Gratis bagi pengendara sepeda motor dapat dilakukan secara Online mulai 8 April 2019 s.d. 15 Mei 2019, melalui website : https://mudikgratis.dephub.go.id/, Isi data dan lengkapi persyaratan lalu dapatkan kode booking lalu bawa kode booking ke tempat verifikasi untuk mendapatkan tiket mulai dari tanggal 11 April s.d 18 Mei 2019.

2) Pendaftaran Langsung dilakukan dengan membawa persyaratan seperti KTP, SIM C, STNK, KK asli pada tanggal 15 Mei s.d 29 Mei 2019 pukul 09.00 WIB – 16.00 WIB. (Setiap hari, selama kuota masih tersedia)

3) Adapun Lokasi Verifikasi Dan Pendaftaran Langsung dilakukan di Terminal Penumpang Nusantara, Pelabuhan Utama Tanjung Priok, di Jl. Panaitan no. 105 Tanjung Priok Jakarta Utara dan Kantor pusat Kementerian Perhubungan, Jl. Medan Merdeka Barat No. 8 Jakarta Pusat. (aliy)

Sumber : beritatrans.com

Naik Transjakarta, Kini Ada Aplikasi TiJeKu Dan Terintegrasi MRT

JAKARTA – Transjakarta kini millenal banget.Hal itu menyusul peluncuran TiJeKu, yaitu aplikasi dari Transjakarta untuk mengetahui seluruh informasi resmi dari Transjakarta.

“TiJeKu bukan hanya sekedar aplikasi untuk membantu pelanggan namun TiJeKu adalah sahabat yang akan mendekatkan pelanggan dengan Transjakarta,” sebut siaran resmi PT Transjakarta.

Tak perlu repot, sahabat TiJe dapat mengetahui info lebih lanjut dan mengunduh TiJeKu langsung di bit.ly/tijekuseru.

Semua informasi penting bisa dengan mudah kamu dapatkan. Mulai dari informasi rute, halte, posisi bus, jenis layanan, pembukaan layanan baru.

Selanjutnya, tanya – tanya langsung ke agen halo TiJe yang melayani 24 jam dan masih banyak juga manfaat lainnya yang dapat kamu rasakan di TiJeKu.

Terintegrasi Dengan MRT

Manajemen PT Transjakarta kini menyediakan rute untuk menunjang gaya hidup modern dengan menggunakan transportasi publik sebagai pilihan utama.

Tersedia beberapa rute layanan Transjakarta yang menyambungkan dengan mode transportasi publik yang baru diresmikan 24 Maret 2019 silam.

Mulai dari rute layanan premium, royaltrans, bus sedang yang dioperasikan menggunakan low entry, metrotrans, bus mikro terintegrasi Jak Lingko serta 4 rute yang melayani Kawasan Integrasi Dukuh Atas (KIDA).

Info lebih jelas dapat dilihat pada gambar di atas dan jika pelanggan memiliki pertanyaan atau informasi mengenai layanan Transjakarta, hubungi 1500-102 atau mention akun twitter @pt_transjakarta (twitter.com/ pt_transjakarta).*helmi

Sumber : beritatrans.com

Scroll to top