Akan Atur Bisnis Ojol, Ditjen Hubdat akan Gelar FGD dan Undang Berbagai Pihak

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat akan menggelar fous group discussion (FGD) Angkutan Roda Dua Berbasis Aplikasi.

Sejalan dengan makin ramainya bisnis angkutan ojek roda dua online (ojol) atau angkutam daring, maka Pemerintah berinisiatif mengatur dan membina mereka (ojol).

“Oleh karenanya dirasa perlu mengatur dengan menerbitkan PM tentang angkutan umum roda dua termasuk ojol,” kata Dirjen Hubdat Budi Setiyadi kepada pers di Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Penyusunan Rancangan Peraturan Menhub tersebut akan dihabas dan disiapkan melalui FGD dengan jadwal mengundang berbagai pihak terkait mulai regulator, akademisi, pengamat serta praktisi khususnya perwakilan komunitas ojol di Tanah Air.

Sesuai rencana, FGD akan digelar di Universitas Bakrie Jakarta. Dari hasil FGD tersebut akan disusun draft RPM dan dilanjutkan sosialisasi dan menjaring masukan dari masyarakat.

Pada intinya, RPM tersebut akan memuat beberapa hal pokok, antara lain keselamatan, keamanan. Kemudian, kesetaraan hak dan kewajiban serta kaidah SPM umum lainnya.

Bisnis ojol atau daring itu boleh, asal mengikuti aturan. Selain itu juga memenuhi aspek dasar SPM terutama aspek keselamatan harus dipenuhi semua.

Bukti Negara Hadir

Pengamat transportasi dan mantan anggota DTKJ Azas Tigor Nainggolan meyambut baik ide Kemenhub menyusun RPM tentang ojol ini. (RPM) itu baik dan layak kita dukung.

“Ini bagian dari janji Pemerintah untuk hadir di masyarakat,” katanya menjawab BeritaTrans.com.

Sesuai UU, Pemerintah wajib menyediakan angkutan umum yang baik, aman, nyaman dan selamat. Termasuk Ojol ini juga harus baik, aman dan selamat.

“Tapi operasional di lapangan bisa diserahkan ke masyarakat atau badan usaha. Tapi mereka haru (helmi)

1 Comment

  1. YantoFebruari 13, 2019

    Mohon di tegak kan lagi oknum kepter genit lebak bulus yg suka genit sm wanita khususnya bagi yg armadanya bermasalah oknum tersebut ambil kesempatan ……..sudah bukan rahasia umum lg buat di kalangan terminal bayangan khusunya terminal luar kota yg d pojokan lebak bulus tolong buat pak sekjen ambil tindakan ..sebelum ada korban

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top