Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) Di Jl Sudirman – Jl MH Thamrin “Ditiadakan” Sementara

Jakarta – Pemerinta Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta meniadakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jl. Sudirman – Jl. MH Thamrin pada Minggu ini 28/06/2020.

Peniadaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) ini sesuai dengan Hasil Evaluasi Hari bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) yang dilaksanakan minggu lalu (21/6), pada HBKB minggu lalu (21/6) masih banyak warga yang datang dan berkerumun di area Hari bebas Kendaraan Bermotor (HBKB).

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, meminta masyarakat tidak lagi datang ke Jl Sudirman – Jl. MH Thamrin, khususnya kawasan Bundaran HI. Mereka bisa mendatangi wilayah-wilayah lain yang sudah ditetapkan. “Untuk itu, kami mengimbau kepada warga, jangan lagi datang ke Sudirman-Thamrin sehingga membuat kerumunan, tetapi langsung mendatangi lokasi-lokasi yang sudah kami tetapkan di 5 wilayah tadi.”

“Untuk 32 titik itu didistribusi 8 titik di Jakarta Pusat, 8 di Jakarta Barat, 6 titik di Jakarta Utara. Masing-masing 5 titik di Jakarta Timur, dan Selatan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan, Syafrin Liputo.

Kepala Dinas Perhubungan mengakui banyak masyarakat datang ke Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) pertama setelah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada Minggu (21/6). Meski sudah ada imbauan tidak berkerumun untuk menghindari penyebaran virus Corona (COVID-19), masyarakat seperti tidak menghiraukan aturan tersebut sehingga pendatang tetap menumpuk. Akhirnya ada evaluasi yang membuat HBKB/CFD di Bundaran HI ditiadakan untuk sementara.

“Memang dari evaluasi kami total yang melakukan kegiatan di sana lebih-kurang 40.155 warga. Ada 21.342 pejalan kaki, ada 18.813 pesepeda. Artinya, angkanya cukup banyak, belum yang lainnya yang masuk di gedung-gedung sekitarnya itu tidak terhitung,” ucap Kepala Dinas Perhubungan.

Untuk mengurangi banyaknya warga yang berkerumun dan untuk menghindari resiko penyebaran Covid-19, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta meniadakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jl Sudirman – Jl. MH Thamrin dan mengganti dengan KAWASAN KHUSUS PESEPEDA yang terbagi 32 Kawasan di Wilayah DKI Jakarta pada Minggu ini (28/06).

Berikut Lokasi Khusus Pesepeda yang Bisa Dikunjungi Warga :

JAKARTA PUSAT

JAKARTA BARAT

JAKARTA SELATAN

JAKARTA UTARA

JAKARTA TIMUR

1. Jl. Suryopranoto
2. Jl. Percetakan Negara 2
3. Jl. Pejagalan Raya
4. Jl. Paseban Raya
5. Jl. Zamrud Raya
6. Jl. Amir Hamzah
7. Jl. Pramuka Sari 1
8. Jl. Danau Tondano

1.    Jl Gadjah Mada
2.    Jl. Hayam Wuruk
3.    Jl. Puri Harum
4.    Jl. Puri Ayu
5.    Jl. Puri Elok
6.    Jl. Puri Molek
7.    Jl. Puri Ayu 1
8.    Jl. Puri Molek 1

1.    JLNT Antasari
2.    Jl. Sultan Iskandar Muda
3.    Jl. Tebet Barat Dalam Raya
4.    Jl. Kesehatan Raya
5.    Jl. Cipete Raya

1.    Sisi Danau Sunter Selatan
2.    Sisi Inspeksi Kali Sunter RBS
3.    Jl. Kelapa Hibrida
4.    Jl. Pulau Maju Bersama
5.    Jl. Benyamin Sueb / Pademangan Timur
6.    Jl. Arteri peganggsaan Dua

1.    Jl. Pemuda
2.    Jl. R.A Fadilah
3.    Jl. Inspeksi BKT
4.    Jl. Raden Inten
5.    Jl. Bina Marga

Lokasi-lokasi baru serta penutupan jalan yang khusus untuk pesepeda ini akan mulai diberlakukan pada Minggu (28/6) akhir pekan ini. Penutupan jalan pada lokasi – lokasi tersebut akan berlaku mulai pukul 06.00 sampai 09.00 WIB.

Pemprov DKI Sukses Pertahankan Hattrick Opini WTP dari BPK RI

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun 2019. Prestasi ini merupakan kali ketiga atau hattrick tiga tahun berturut-turut Pemprov DKI meraih WTP yakni tahun anggaran 2017, 2018 dan 2019.

Secara seremonial pemberian opini WTP kepada Pemprov DKI disampaikan langsung oleh Anggota V BPK RI, Bahrullah Akbar pada sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (22/6).

“Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2019, termasuk implementasi atas rencana aksi yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, maka BPK memberikan opini wajar tanpa pengecualian,” ujar Bahrullah yang disambut tepuk tangan seluruh peserta dalam Sidang Paripurna DPRD DKI Jakarta, seperti dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta.

Seperti diketahui, laporan keuangan Pemprov DKI tahun 2019 disusun berdasarkan peraturan pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan yang terdiri dari laporan realisasi anggaran, laporan operasional, laporan perubahan ekuitas, laporan perubahan sisa anggaran lebih, neraca laporan arus kas, serta catatan atas laporan keuangan. Sedangkan opini WTP didasarkan pada penilaian atas kesesuaian penyajian laporan keuangan sesuai Standar Akuntansi Pemerintah (SAP), pengelolaan keuangan daerah telah didukung oleh sistem pengendalian internal yang memadai, pengungkapan laporan keuangan secara memadai, dan kepatuhan terhadap aturan perundang-undangan.

Capaian membanggakan tersebut menurut Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan merupakan kado terindah di tengah Hari Ulang Tahun DKI Jakarta ke-493. Opini WTP sendiri merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh BPK RI atas proses peningkatan akuntabilitas pengelolaan keuangan yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Pada tanggal 22 Juni 2020, hari ini adalah hari ulang tahun kota Jakarta. Dan tadi kita sama mendengarkan dari anggota V BPK RI hasil pemeriksaan laporan keuangan yang alhamdulillah menjadi salah satu kado terbaik ultah DKI Jakarta,” ungkap Anies.

Anies mengapreasiasi kontribusi BPK yang telah membimbing proses pelaporan sehingga mampu menghasilkan opini WTP. Serta secara khusus memberikan apresiasi kepada para ASN Pemprov DKI Jakarta beserta keluarga mereka. Sebab, tanpa adanya support dari pihak keluarga maka kinerja ASN tidak akan maksimal.

“Karena itu, izinkan kami menyampaikan terimakasih bukan saja kepada para ASN, tapi juga kepada mereka yg menopang di belakangnya. Kepada para keluarga ASN yang telah merelakan berkurang waktunya para ASN bekerja bersama kita, berkurang waktu bersama keluarga,” terangnya.

Anies juga mengungkapkan beberapa kiat yang dilakukan Pemprov DKI sehingga mampu meningkatkan akuntabilitas pelaporan keuangan dan berbuah opini WTP. Pertama peningkatan kualitas sistem informasi pengelolaan keuangan serta implementasi transaksi non tunai, sehingga seluruh aliran dana APBD dapat ditelusuri secara transparan dan akuntabel.

“Implemetasi transaksi non tunai tersebut juga telah dijadikan percontohan penerapan transaksi non tunai di seluruh pemerintah daerah secara nasional,” ucapnya.

Pemprov DKI Jakarta juga melakukan beberapa penyempurnaan, diantaranya;

1. Penyempurnaan proses penganggaran yang terintegrasi

2. Penyempurnaan peningkatan akuntabilitas sistem administrasi pendapatan daerah melalui program non cash revenue system yang terkoneksi secara online dengan perbankan

3. Penyempurnaan pembenahan administrasi belanja daerah melalui transaksi non tunai dan pelaksanaan jurnal dan tutup buku harian

4. Penyempurnaan sistem administrasi penganggaran, penatausahaan, dan pertanggungjawaban keuangan sekolah melalui implementasi transaksi non tunai dan penerapan sistem penganggaran dan sistem penatausahaan belanja yang terintegrasi dengan sistem perbankan dan sistem direktorat jendral pajak

5. Penyempurnaan pembenahan penatausahaan aset daerah, dengan melakukan penyempurnaan pengembangan Sistem Informasi Aset Daerah

“Dengan begitu Pemprov DKI kakarta mampu menetapkan hasil inventarisasi aset Perangkat Daerah/Unit Perangkat Daerah yang dilanjutkan dengan penyelesaian aset hasil sensus melalui Majelis Penetapan Status Barang Milik Daerah. Pemprov DKI Jakarta adalah satu-satunya Pemda yang telah membentuk Majelis Penetapan Status Barang Milik Daerah,” bebernya.

Selain itu Pemprov DKI Jakarta juga melakukan Implementasi dan Integrasi Sistem Pembayaran dan Pembayaran Pajak ke Kas Negara dengan Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak dan Sistem Informasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara untuk memastikan akurasi dan ketepatan pembayaran dan pelaporan pajak secara online dan realtime, serta melakukan Percepatan pelaksanaan tindak lanjut LHP BPK RI, melalui penetapan pelaksanaan tindak lanjut sebagai Key Performance Indikator (KPI) SKPD.

Reporter : Rezki Apriliya Iskandar | Editor : Toni Riyanto (beritajakarta.id)

Transjakarta Buka Dua Rute Shuttle Bus Gratis di Kota Tua

Jakarta – PT Transjakarta kembali mengoperasikan dua rute layanan gratis shuttle bus dari dan menuju museum di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Kedua rute tersebut yakni, GR 4 (Taman Kota Intan – Museum Bahari) dan GR 5 (Kota Tua Explorer).

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transjakarta, Nadia Diposanjoyo mengatakan, rute tersebut beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 – 17.00.

“Kami menyiapkan empat unit armada minitrans dengan kapasitas 15 orang per bus dan dua unit metrotrans low entry (pijakan rendah ramah disabilitas) dengan kapasitas 30 orang per bus. Sedangkan waktu keberangkatan 10 sampai 20 menit,” ujar Nadia, dalam keterangannya, Senin (22/6).

Dikatakan Nadia, meski gratis, namun warga yang hendak mengakses layanan tersebut tetap harus melakukan tap on bus (TOB) menggunakan kartu uang elektronik keluaran bank-bank terkemuka di Indonesia dengan tarif nol rupiah.

Berikut rute perjalanan layanan gratis shuttle Kota Tua;

Rute Shuttle GR4;

Kota Intan – Museum Bahari 2 – Simpang Pakin 2 – Simpang Pakin 3 – SPBU Gedong Panjang – Gedong Panjang 2 – BRI Jakarta Kota – Simpang Kota Roa Malaka – Jembatan Kota Intan – Kota Intan.

Rute Shuttle GR5;

Kota Intan – Taman Kota Intan – BNI 46 – Glodok Plaza – Kali Besar Barat 1 – Terminal Bayangan Kota Intan.

Transjakarta juga tetap memberlakukan protokol kesehatan yang telah ditetapkan saat masa PSBB transisi. Protokol tersebut melingkupi protokol kesehatan dan keselamatan operasional bagi karyawan dan pelanggan Transjakarta, yang meliputi sanitasi, dan higienitas bus serta halte BRT secara berkala baik sebelum digunakan maupun sesudah digunakan.

“Lalu protokol pemberlakuan perlindungan diri bagi karyawan dan pelanggan dengan wajib masker dan jarak aman dalam mengantri maupun duduk di dalam bus,” katanya.

Ia pun mengimbau ada hal-hal yang harus dipatuhi pelanggan saat di halte bus maupun di dalam bus. Pertama, pastikan sahabat tije dalam keadaan sehat dan bugar, dengan suhu tubuh normal. Petugas tidak akan mengizinkan pelanggan dengan suhu tubuh di atas 37 derajat celcius masuk ke dalam bus.

Kedua, barisan jarak antar antrean pelanggan minimal satu lencang tangan orang dewasa atau 1,5 meter.

Ketiga, maksimal kapasitas daya tampung halte adalah 50 persen dari kapasitas harian normal. Apabila daya tampung halte telah penuh, maka halte akan ditutup dan pelanggan mengantre di luar halte. Mengantre di udara terbuka jauh lebih baik daripada berdesak-desakan di dalam halte. Halte akan kembali dibuka apabila kapasitas sudah menurun.

“Keempat gunakan masker setiap saat ketika mulai keluar rumah, di halte maupun di dalam bus. Kelima, tidak berdesak-desakan ketika akan naik ke dalam bus,” tandasnya.

Reporter : Wuri Setyaningsih | Editor : Erikyanri Maulana | (beritajakarta.id)

Transjakarta Pasang 8 (Delapan) Wayfinding di Kawasan Transit Tanah Abang

Jakarta – Untuk memudahkan warga secara mandiri menggunakan transportasi integrasi antarmoda, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berkolaborasi dengan PT Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu (MRT), Kereta Commuter Indonesia (KCI) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan penataan kawasan transit di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Transjakarta sebagai feeder (penghubung) dari titik antarmoda memasang 8 (Delapan) totem berupa penunjuk arah atau wayfinding di Kawasan Transit Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pemasangan wayfinding ini merupakan salah satu bagian dari upaya pemerintah dalam melakukan penataan di 4 (empat) kawasan stasiun di Jakarta yaitu Stasiun Senen, Stasiun Juanda, Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Sudirman yang rencananya akan diresmikan besok, Rabu (16/6).

Wayfinding di sekitar area Tanah Abang ini akan memiliki bentuk dan informasi yang mudah dibaca dan dipahami untuk warga agar dapat menjelajah kawasan tersebut. Tujuannya bagi warga yang ingin menuju titik lokasi lain tidak perlu menggunakan kendaraan pribadi namun, bisa menggunakan moda yang nyaman aman dan terjangkau yang sudah disediakan oleh Pemprov DKI.

Berikut titik dan jenis informasi wayfinding di kawasan transit Tanah Abang, Jakarta Pusat:

  1. Totem Utama Penanda InterchangeInformasi: stasiun Kereta Rel Listrik (KRL), halte Transjakarta serta layanan Miktrotrans dan angkot.
  2. Totem Wayfinding Depan Entrance StasiunInformasi: rute menuju stasiun Tanah Abang, rute menuju halte bus Jak Lingko Tanah Abang 2, JPM Tanah Abang (Tanah Abang Skywalk), rute menuju Ojek Daring, rute menuju pangkalanan bajaj, lokasi drop off dan lokasi ojek pangkalan.
  3. Totem Wayfinding Entrance Drop Off Zone
    Informasi: rute menuju stasiun Tanah Abang, rute menuju halte bus Jak Lingko Tanah Abang 2, JPM Tanah Abang (Tanah Abang Skywalk), rute menuju Ojek Daring, rute menuju pangkalanan bajaj, lokasi drop off dan lokasi ojek pangkalan.
  4. Totem Wayfinding Zebra Cross Selatan (Menuju JPM)
    Informasi: Menuju JPM Tanah Abang, menuju Halte bus Tanah Abang Eksplorer, menuju Stasiun Tanah Abang, menuju Halte bus Jak Lingko Tanah Abang serta menuju layanan Miktrotrans dan angkot.
  5. Wayfinding Gantry Menuju Halte Transjakarta
    Informasi: Menuju halte bus Jak Lingko Tanah Abang 2, rute-rute yang bisa diakses seperti 1H (St Tanah Abang – St Gongdia), 1N, 1R (Senen – St Tanah Abang), 5M, 8C, 8K, 9D, S41 , 5F.
  6. Mode Identifier Halte Bus Transjakarta
    Informasi: Menuju halte bus Jak Lingko Tanah Abang 2, rute-rute yang bisa diakses seperti 1H (St Tanah Abang – St Gongdia), 1N, 1R (Senen – St Tanah Abang), 5M, 8C, 8K, 9D, S41 , 5F.
  7. Signage Informasi Interior Halte Informasi terkait peta rute Transjakarta
  8. Penanda interchange di pintu masuk dari arah jatibaru.

Transportasi Jak lingko DKI Jakarta menuju city 4.0, merupakan transportasi menuju peradaban baru, salah satunya dengan menerapkan sistem penunjuk perjalanan (wayfinding). Dengan adanya wayfinding dan penataan kawasan terintegrasi, warga DKI akan dimudahkan mengakses berbagai layanan transportasi dengan lebih nyaman layaknya berada di negara maju lainya.

Artikel ini telah tayang di :

https://www.transjakarta.co.id/transjakarta-pasang-8-delapan-wayfinding-di-kawasan-transit-tanah-abang/?fbclid=IwAR22FD6SI25uS3gQq7l66tQmpUeXmSuagAQ2qJM7UU9LnlGmRYYlc_wNxWg

HUT DKI Jakarta ke-493

“SELAMAT ULANG TAHUN KOTA JAKARTA YANG KE 493”
 
Transportasi di Jakarta menjadi lambang dari kemajuan dan pelayanan masyarakat.
Jakarta kian maju kian tangguh dengan penyediaan layanan transportasi umum yang handal, modern, terintegrasi dan berdaya saing global.
Semua yang datang dan yang berada di Jakarta adalah orang yang tangguh. Semoga kita semua bisa melewati ini semua dan menjadi kota yang lebih baik lagi lebih hebat lagi untuk semua.
Selamat Ulang Tahun Jakarta! #dishubdkijakarta

Pekan Depan, Jalan Sumur Bor ke Utan Jati Diberlakukan Satu Arah

JAKARTA, KOMPAS.com – Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat akan melakukan uji coba Sistem Satu Arah (SSA) di ruas Jalan Sumur Bor, Cengkareng hingga Jalan Utan Jati, Kalideres.

Kasudinhub Jakarta Barat Erwansyah menyebut rencana pemberlakuan uji coba mulai diterapkan pada Selasa, 11 Februari 2020 pekan depan sejak pukul 06.00 WIB.

“Nanti tanggal 11 itu hari Selasa kita apel semuanya yang terlibat termasuk dengan satlantas, mulai dari pagi ya,” kata Erwansyah saat dihubungi, Rabu (5/2/2020).

Erwan menjelaskan alasan kondisi jalan tersebut layak diberlakukan sistem satu arah.

Salah satu alasan yang kuat adalah kondisi jalan di kawasan tersebut memang cukup sempit. Hal ini membuat antrean kendaraan memanjang hingga Jalan Daan Mogot. 

Belum lagi di jam-jam sibuk seperti pagi dan sore, volume kendaraan meningkat.

Kebijakan ini, menurut Erwan, sudah mendapat dukungan dari berbagai pihak dari Kelurahan Cengkareng dan Kalideres, pihak kecamatan hingga Satlantas Jakarta Barat.

“Kita sudah rapat dengan instansi terkait, dengan lurah, camat, termasuk TransJakarta karena di situ kan ada dua Jak Lingko yang lewat. Setuju sih mereka, (Jak Lingko) meski ada penambahan kilometer akibatnya,” ucap Erwansyah.  

Nantinya sistem satu arah diterapkan dari ujung Jalan Sumur Bor yang berbatasan dengan Jalan Daan Mogot.

Dari jalan tersebut, diberlakukan satu arah menuju Jalan Utan Jati.

Sebaliknya, kendaraan dari arah Jalan Utan Jati yang hendak ke Jalan Daan Mogot akan dialihkan masu kke dalam perumahan Daan Mogot. Setelah itu, kendaraan akan keluar menuju Jalan Raya Daan Mogot. 

Sementara kendaraan yang ingin putar balik di Jalan Sumur Bor bisa berbelok kanan di traffic light TPU Utan Jati melalui Jalan Sakura Raya kemudian melewati Jalan Nirmala Raya untuk kembali ke Jalan Sumur Bor.

“Kalau yang dari Jalan Utan Jati, dia masuknya lewat Jalan Daan Mogot Mall, perumahan situ lalu nembus ke Jalan Daan Mogot terus kiri. Jadi muter dia satu arah,” ucap Erwansyah.

Pihak Dishub Jakbar pun sudah melakukan sosialisasi dengan masyarakat melalui spanduk pemberitahuan yang terpasang di beberapa titik ruas Jalan Sumur Bor hingga Jalan Utan Jati.

Dalam spanduk tertulis jelas mulai 11 Februari 2020, akan dilakukan uji coba sistem satu arah di Jalan Sumur Bor – Jalan Utan Jati – Jalan Sakura Raya – Jalan Nirmala Raya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Pekan Depan, Jalan Sumur Bor ke Utan Jati Diberlakukan Satu Arah”, https://megapolitan.kompas.com/read/2020/02/05/15224671/pekan-depan-jalan-sumur-bor-ke-utan-jati-diberlakukan-satu-arah?page=all#page2.

Penulis : Bonfilio Mahendra Wahanaputra Ladjar

Editor : Sabrina Asril

Pemprov DKI Kaji Rute Alternatif LRT Pulogadung-Kebayoran Lama

Jakarta – Pemprov DKI Jakarta tengah mengkaji kembali rute alternatif LRT Pulogadung-Kebayoran Lama. Pengkajian ini disebut sesuai dengan hasil evaluasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Sedang kami kaji, kami memang mengusulkan Pulogadung dan ada impitan dengan MRT sepanjang 14 kilometer. Nah sekarang begitu ada informasi dari Kementerian untuk dicari rute atau alternatif lain, itu yang sedang kami kaji,” ujar Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Syafrin mengatakan pihaknya telah menerima surat evaluasi dari Kementerian Perhubungan. Menurutnya, sesuai dengan arahan, pihaknya diminta melakukan penyesuaian rute.

“Melakukan kajian dengan menyesuaikan rute dan sebenarnya dalam pola transportasi makro, sebenarnya ada LRT untuk blue line dan green line. Ini yang kita coba buka lagi untuk kita hidupkan,” tuturnya.

Sebelumnya, berembus kabar bahwa proyek LRT fase II tersebut dibatalkan. Namun, Syafrin menyebut pembangunan tetap dilanjutkan.

Hal itu disebut karena saat ini kebutuhan akan angkutan umum massal terbilang tinggi. Jadi, menurutnya, peningkatan kualitas jalan berbasis rel akan didorong.

“Tetap lanjut, kan kebutuhan untuk angkutan umum massal sangat tinggi. Jadi semua upaya untuk meningkatkan kuantitas jaringan dalam artian untuk jalan berbasis rel, kami akan terus dorong,” kata Syafrin.

Dwi Andayani – detikNews Rabu, 05 Feb 2020 11:32 WIB
 
Source : https://news.detik.com/berita/d-4886549/pemprov-dki-kaji-rute-alternatif-lrt-pulogadung-kebayoran-lama?tag_from=wp_nhl_45&_ga=2.26334398.2033699571.1580699549-2131370006.1578987661

Awas Tilang Elektronik Motor, Ini 5 Jenis Pelanggaran yang Bakal Ditindak

Jakarta – Sistem tilang elektronik untuk kendaraaan roda dua sudah diberlakukan. Ada 5 jenis pelanggaran yang bisa membuat pemotor dikenai tindakan dan hukuman.

Ditlantas Polda Metro Jaya mulai memberlakukan tilang elektronik motor pada Sabtu (1/2/2020), akhir pekan lalu. Selama dua hari diberlakukan E-TLE, sebanyak 341 pemotor yang melanggar ditindak polisi.

“Dalam tanggal 1 dan 2 (Febuari) kemarin sejumlah 341 pelanggar,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf, di Simpang Sarinah, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020).

Dikutip dari akun Twitter TMC Polda Metro, ada lima jenis pelanggaran yang akan membuat pemotor kena tindak. Pelanggaran-peanggaran tersebut, sayangnya, sangat umum dilakukan pemotor di Jakarta.

Berikut 5 Pelanggaran Pemotor yang akan ditindak

1. Tidak menggunakan helm

2. Melanggar stop line (batas berhenti di lampu merah)

3. Melanggar marka

4. menerobos traffic light

5. Melintas di jalur busyway.

Sebelumnya, Kombes Yusuf juga sempat menyebut menyetir sambil menelepon atau mengetik di handphone juga akan kena tilang.

Mekanisme tilang elektronik sepeda motor tidak ada bedanya dengan mekanisme tilang elektronik untuk mobil. Kamera E-TLE akan mengidentifikasi pelat nomor motor yang melakukan pelanggaran.

Pelanggar nantinya akan dikirimi surat konfirmasi tilang. Jenis-jenis pelanggaran motor yang terekam E-TLE, seperti pelanggaran marka jalan, stop line, tidak menggunakan helm, hingga berkendara sambil memegang handphone.

Senin, 03 Feb 2020 10:53 WIB Doni Wahyudi – detikOto

Source : https://oto.detik.com/motor/d-4883230/awas-tilang-elektronik-motor-ini-5-jenis-pelanggaran-yang-bakal-ditindak?tag_from=wp_nhl_28&_ga=2.28482751.2033699571.1580699549-2131370006.1578987661

Ingat! E-Tilang Motor Berlaku Mulai 1 Februari 2020 Besok

Jakarta – Setelah mobil, kini dipastikan sistem tilang elektronik akan diberlakukan untuk sepeda motor. Artinya kini para pengendara sepeda motor tidak bisa bertingkah semaunya di jalanan.

Seperti yang disampaikan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar saat dihubungi detikcom.

“Iya betul, sistem tilang elektronik sepeda motor mulai berlaku pada 1 Februari 2020 besok,” kata Fahri.

Fahri menjelaskan mekanisme tilang elektronik sepeda motor ini akan memiliki mekanisme yang sama seperti sistem tilang elektronik pada mobil.

“Mekanismenya sama saja sama seperti mobil,” tambahnya.

Seperti dalam pemberitaan detikcom sebelumnya, kamera E-TLE (electronic traffic law enforcement) akan merekam motor yang melakukan pelanggaran di ruas Jl Sudirman-Thamrin. Sistem pada E-TLE akan melacak pelat nomor motor di data base kepolisian.

“Data kendaraannya yang diambil, kan ada data pemiliknya baru dikonfirmasi pemiliknya. Kalau motor melanggar, nanti sepeda motornya ter-capture pelat motornya disajikan datanya, nanti data di situlah data pemilik kendaraan untuk melakukan konfirmasi,” kata Fahri waktu itu.

Untuk sementara ini, tilang elektronik ini baru bisa merekam pelanggaran yang dilakukan sepeda motor berpelat ‘B’. Tilang elektronik ini diberlakukan di 45 titik ruas Jalan Sudirman-Thamrin.

Pihak kepolisian rencananya akan menambah pemasangan kamera E-TLE di 12 titik. “Intinya kita ‘kan menambah kamera 45 ditambah kemarin 12 jadi 57 di ruas Sudirman-Thamrin,” tuturnya.

Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta terkait instalasi kamera E-TLE tersebut.

M Luthfi Andika – detikOto

Source : https://oto.detik.com/berita/d-4880572/ingat-e-tilang-motor-berlaku-mulai-1-februari-2020-besok

Scroll to top