Penyedia Transportasi Umum Massal di DKI Jakarta Berkolaborasi Menyediakan Layanan yang Terintegrasi

Jakarta - Kota megapolitan sebesar Jakarta, tidak mungkin transportasi umum dikelola sendiri-sendiri, pengelolaan transportasi umum harus terintegrasi.⁣
"Setelah meresmikan 4 stasiun terpadu pada awal Juni lalu, Pemprov DKI Jakarta melalui BUMD PT. MRT Jakarta (MRTJ), PT. Transportasi Jakarta (TJ), dan PT. Jakarta Propertindo (Jakpro) berkolaborasi dengan PT. Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) untuk menyelenggarakan sistem integrasi pembayaran antar moda transportasi.⁣"
"Seluruh penyedia transportasi umum massal di DKI Jakarta berkolaborasi menyediakan layanan yang terintegrasi bukan hanya modanya, tetapi juga tarif, serta sistem pembayarannya. Sehingga seluruh masyarakat akan dapat menikmati layanan transportasi yang nyaman, mudah dan efisien karena mereka cukup membawa satu alat pembayaran.⁣"
"Dengan adanya pengintegrasian ini maka insyaallah pengguna moda transportasi umum di Jakarta jumlahnya akan kembali meningkat, target kita bisa kembali seperti situasi 20 tahun lalu di mana porsi pengguna kendaraan umum di jalan raya Jakarta mencapai 75% penduduk"
"Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam proses pengintegrasian ini. Meskipun ini dikelola secara B to B (Business to Business) tetapi tujuannya tetap untuk keadilan sosial. Seperti halnya apa yang digagas Bung Hatta saat bicara ekonomi Indonesia, adalah mekanisme pasar untuk mencapai keadilan sosial.⁣"
"Kita berharap integrasi pembayaran ini mampu mewujudkan subsidi yang lebih tepat sasaran, yang membuat masyarakat mengeluarkan biaya yang lebih ekonomis dalam menggunakan jasa transportasi umum massal, terlebih di masa pandemi kali ini di mana kebanyakan harus lebih banyak berhemat dalam pengeluaran salah satunya biaya transportasi.
Sumber : Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top