Peluncuran Sistem Aplikasi JAKETBUS (Jakarta Electronic Tikecting System Bus)

Jakarta – Dalam Revolusi Industri 4.0, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta melakukan Inovasi salah satunya dengan meluncurkan sistem aplikasi JAKETBUS (Jakarta Electronic Tikecting System Bus) yang telah di uji coba online, Sabtu (10/10/20) di Terminal Terpadu Pulogebang. Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo bersama pejabat Eselon di Lingkungan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta.

Aplikasi ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat pengguna Angkutan Bus dalam memperoleh informasi jadwal bus yang aktual dan transparan, sehingga masyarakat dapat menjadwalkan perjalanannya menggunakan jasa bus.

Aplikasi ini menggunakan sistem cashless, artinya semua pembayaran menggunakan uang elektronik atau non-tunai. Masyarakat dapat megisi saldo e-wallet yang tersedia dalam fitur JAKETBUS dengan melakukan pembayaran transfer Bank atau merchant lainnya.

Pada tanggal 28 Oktober 2020 akan dilakukan acara soft launching aplikasi JAKETBUS, semua penjualan tiket di Terminal Terpadu Pulo Gebang tidak akan dilakukan secara manual kedepannya.

Pengendalian Moda Transportasi, Ganjil- Genap Motor Belum Berlaku

Jakarta  –  Pemprov DKI Jakarta menerbitkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 80 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif. Salah satu yang diatur dalam Pergub tersebut adalah pengendalian moda transportasi. Terdapat sejumlah langkah yang akan diterapkan Pemprov DKI Jakarta, mulai dari pemberlakuan Ganjil Genap bagi kendaraan bermotor pribadi hingga penggunaan sepeda sebagai alat transportasi.

Pengendalian moda transportasi tertuang pada Pasal 7, yakni penerapan prinsip Ganjil Genap bagi kendaraan bermotor pribadi berupa mobil maupun motor dan pengendalian parkir pada luar ruang milik jalan (off street) maupun di ruang milik jalan (in street) dengan pembatasan satuan ruang parkir. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengungkapkan, belum ada perubahan atas Ganjil Genap yang telah diterapkan pada awal Agustus lalu.

“Untuk sepeda motor belum dikenakan Ganjil Genap. Saat ini, Ganjil Genap yang diberlakukan masih pada 25 ruas jalan, bagi kendaraan roda empat, dengan 14 jenis kendaraan yang dikecualikan. Serta, berlaku pada pagi jam 06.00-10.00 WIB dan sore jam 16.00-21.00 WIB,” jelas Syafrin pada Jumat (21/8).

Dengan diterapkannya Ganjil Genap, masyarakat dapat melakukan penyesuaian waktu berkegiatan dengan plat nomor kendaraan yang dimilikinya. Masyarakat dengan plat nomor kendaraan ganjil, dapat berkegiatan dari rumah pada tanggal genap, dan sebaliknya. Sehingga, masyarakat turut berperan dalam menekan laju penyebaran wabah COVID-19 di wilayah Ibu Kota.

Di samping itu, lanjut Syafrin, pada masa transisi ini untuk semua ruas jalan diutamakan bagi pejalan kaki dan pengguna transportasi sepeda sebagai sarana mobilitas penduduk sehari-hari untuk jarak yang mudah dijangkau. Pada Pasal 10, diatur tentang penyediaan parkir khusus sepeda di sejumlah lokasi, meliputi ruang parkir perkantoran, ruang parkir pusat perbelanjaan, halte, terminal, stasiun, dan pelabuhan / dermaga. Penyediaan ruang parkir khusus sepeda di perkantoran dan pusat perbelanjaan ditetapkan sebesar 10% (sepuluh persen) dari kapasitas parkir.

Sementara itu, untuk operator angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum, angkutan perairan, dan angkutan perkeretaapian wajib mengikuti ketentuan pada Pasal 11, sebagai berikut:
1. Membatasi jam operasional sesuai pengaturan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan/atau instansi terkait;
2. Menyediakan ruang penyimpanan sepeda pada sarana angkutannya.

“Dengan Pergub Nomor 80 Tahun 2020 ini, diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat dan penegakan hukum dalam pencegahan dan pengendalian COVID-19. Kendati terdapat pembatasan, diharapkan juga pemulihan berbagai aspek kehidupan sosial dan ekonomi warga yang terdampak pandemi COVID-19 tetap bisa dilakukan,” pungkas Syafrin.

Pembatasan Mobil Pribadi di Kemang, Anies: Jangan Fokus soal Larangan

Jakarta – Pembatasan kendaraan di kawasan Kemang akan diberlakukan setelah revitalisasi trotoar selesai. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat tidak fokus pada larangan saja.

“Begini, bukan, intinya jangan fokus pada soal larangan. Yang justru harus dibangun adalah kita membuat suatu ekosistem yang secara perekonomian sehat, dampak lingkungan hidup, dan lalu lintasnya minim,” ucap Anies kepada wartawan di JS Luwansa Hotel, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Kamis (11/9/2019).
Anies tak hanya melakukan pembatasan di Kemang, tapi juga di lokasi lain, seperti Jalan Kendal, kawasan Stasiun Sudirman. Ada maksud lain dari penutupan tersebut.

“Sama seperti kita buat kebijakan soal Jalan Kendal dibuat jadi tempat pejalan kaki. Dan ketika itu dilakukan, fokusnya kan juga bukan larangan mobil lewat Jalan Kendal, fokusnya adalah bagaimana Jalan Kendal bisa dipakai untuk mobilitas antarmoda,” ucap Anies.

Seperti diketahui, saat ini Pemprov DKI Jakarta sedang merevitalisasi trotoar di kawasan Kemang. Trotoar di Kemang akan diperlebar hingga 3 meter. Total trotoar yang diperlebar sepanjang 7,5 kilometer dari Jalan Prapanca sampai Kemang Selatan.
Kawasan Kemang nantinya akan dibatasi dari kendaraan pribadi untuk membuat nyaman pejalan kaki. Kendaraan pribadi tanpa tanda pengenal dilarang melintas.

“Yang boleh masuk mobil si warga itu sendiri sama shuttle bus yang disiapkan untuk angkut orang masuk ke kawasan itu. Namun kendaraan dari luar nggak boleh masuk, kecuali kendaraan pribadi milik warga,” kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugara di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (8/4).

Sumber : detik.com

Pemprov DKI akan Sediakan Shuttle Bus buat Keliling Kemang

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang menata kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Nantinya, Pemprov bakal menyediakan kantong parkir dan shuttle bus agar warga mudah berkeliling ke kawasan Kemang.

“Kami memang ada ide nanti, ada tempat-tempat parkir, tapi belum ditentukan (lokasinya) sekarang, supaya warga lebih banyak bergerak dengan jalan kaki. Kami akan siapkan shuttle yang secara rutin melewati Kemang,” ucap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di JS Luwansa Hotel, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Anies ingin pengunjung Kemang tidak hanya mengunjungi satu lokasi, tapi juga berkeliling. Dia mencontohkan kegiatan pengunjung di mal.

“Kalau saat ini, kalau mau datang ke tempat-tempat restoran, kafe, harus menentukan dulu mau ke mana, baru parkir di mana, tapi tidak bisa berjalan me-review, memilih, ngobrol,” kata Anies.

“Kalau di mal bisa karena ada tempat jalan kaki yang cukup. Nah, kita akan ciptakan tempat jalan kaki yang cukup tapi di ruang terbuka,” sambungnya.

Penataan Kemang sedang berlangsung dan ditargetkan selesai pada tahun ini. Wilayah yang trotoarnya akan direvitalisasi ada di Jalan Prapanca sampai Kemang Selatan.

“Itu sebabnya dari Prapanca sampai Kemang Selatan itu akan dijadikan objek percontohan, dan juga Casablanca di Jalan Satrio. Itu juga akan jadi percontohan. Nantinya itu akan dikerjakan di banyak tempat di Jakarta,” kata Anies.

Anies berharap ditatanya kawasan Kemang akan menambah pergerakan ekonomi di sana. Selain itu, kegiatan masyarakat untuk berjalan kaki juga meningkat.

“Kita ingin nantinya kegiatan perdagangan, restoran, kafe, dan lain-lain bisa bergerak dengan baik karena mobilitas penduduk cukup tinggi,” ucap Anies.

Sumber : detik.com

Scroll to top