Pembatasan Mobil Pribadi di Kemang, Anies: Jangan Fokus soal Larangan

Jakarta – Pembatasan kendaraan di kawasan Kemang akan diberlakukan setelah revitalisasi trotoar selesai. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat tidak fokus pada larangan saja.

“Begini, bukan, intinya jangan fokus pada soal larangan. Yang justru harus dibangun adalah kita membuat suatu ekosistem yang secara perekonomian sehat, dampak lingkungan hidup, dan lalu lintasnya minim,” ucap Anies kepada wartawan di JS Luwansa Hotel, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Kamis (11/9/2019).
Anies tak hanya melakukan pembatasan di Kemang, tapi juga di lokasi lain, seperti Jalan Kendal, kawasan Stasiun Sudirman. Ada maksud lain dari penutupan tersebut.

“Sama seperti kita buat kebijakan soal Jalan Kendal dibuat jadi tempat pejalan kaki. Dan ketika itu dilakukan, fokusnya kan juga bukan larangan mobil lewat Jalan Kendal, fokusnya adalah bagaimana Jalan Kendal bisa dipakai untuk mobilitas antarmoda,” ucap Anies.

Seperti diketahui, saat ini Pemprov DKI Jakarta sedang merevitalisasi trotoar di kawasan Kemang. Trotoar di Kemang akan diperlebar hingga 3 meter. Total trotoar yang diperlebar sepanjang 7,5 kilometer dari Jalan Prapanca sampai Kemang Selatan.
Kawasan Kemang nantinya akan dibatasi dari kendaraan pribadi untuk membuat nyaman pejalan kaki. Kendaraan pribadi tanpa tanda pengenal dilarang melintas.

“Yang boleh masuk mobil si warga itu sendiri sama shuttle bus yang disiapkan untuk angkut orang masuk ke kawasan itu. Namun kendaraan dari luar nggak boleh masuk, kecuali kendaraan pribadi milik warga,” kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugara di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (8/4).

Sumber : detik.com

Pemprov DKI akan Sediakan Shuttle Bus buat Keliling Kemang

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang menata kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Nantinya, Pemprov bakal menyediakan kantong parkir dan shuttle bus agar warga mudah berkeliling ke kawasan Kemang.

“Kami memang ada ide nanti, ada tempat-tempat parkir, tapi belum ditentukan (lokasinya) sekarang, supaya warga lebih banyak bergerak dengan jalan kaki. Kami akan siapkan shuttle yang secara rutin melewati Kemang,” ucap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di JS Luwansa Hotel, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Anies ingin pengunjung Kemang tidak hanya mengunjungi satu lokasi, tapi juga berkeliling. Dia mencontohkan kegiatan pengunjung di mal.

“Kalau saat ini, kalau mau datang ke tempat-tempat restoran, kafe, harus menentukan dulu mau ke mana, baru parkir di mana, tapi tidak bisa berjalan me-review, memilih, ngobrol,” kata Anies.

“Kalau di mal bisa karena ada tempat jalan kaki yang cukup. Nah, kita akan ciptakan tempat jalan kaki yang cukup tapi di ruang terbuka,” sambungnya.

Penataan Kemang sedang berlangsung dan ditargetkan selesai pada tahun ini. Wilayah yang trotoarnya akan direvitalisasi ada di Jalan Prapanca sampai Kemang Selatan.

“Itu sebabnya dari Prapanca sampai Kemang Selatan itu akan dijadikan objek percontohan, dan juga Casablanca di Jalan Satrio. Itu juga akan jadi percontohan. Nantinya itu akan dikerjakan di banyak tempat di Jakarta,” kata Anies.

Anies berharap ditatanya kawasan Kemang akan menambah pergerakan ekonomi di sana. Selain itu, kegiatan masyarakat untuk berjalan kaki juga meningkat.

“Kita ingin nantinya kegiatan perdagangan, restoran, kafe, dan lain-lain bisa bergerak dengan baik karena mobilitas penduduk cukup tinggi,” ucap Anies.

Sumber : detik.com

Scroll to top