Dishub DKI Tiadakan Jalur Sepeda setiap Hari Minggu di Jalan Sudirman – Thamrin

Jakarta – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan meniadakan jalur sepeda setiap hari minggu di kawasan Sudirman – Thamrin. Kebijakan itu diterapkan menyusul ramainya para pesepeda di kawasan tersebut meski sudah tidak menjadi kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD).

“Ditiadakan HBKB dan tidak ada kegiatan sepeda dan pejalan kaki di Sudirman-Thamrin, jalur sepeda besok ditiadakan hari Minggu-nya,” kata Kadishub DKI Syafrin Liputo di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (13/7/2020).

Menurutnya, tujuan utama tidak diberlakukannya CFD di kawasan Sudirman-Thamrin adalah menghindari orang banyak berkumpul di tempat tersebut. Oleh karena itu, Pemprov DKI menyebar kawasan CFD di 32 lokasi. Namanya pun berubah menjadi kawasan khusus pesepeda (KKP).

Meski demikian, pada Minggu (12/7) kemarin, kawasan khusus pesepeda berkurang menjadi 30 titik. Hal tersebut karena ada dua daerah yang menjadi kawasan zona merah COVID-19, yakni di Jalan Amir Hamzah, Menteng, Jakarta Pusat, dan Jalan Kelapa Hibrida, Jakarta Utara.

“Ada dua zona merah di Jalan Amir Hamzah dan Kelapa Hibrida. Di dua titik itu tidak dilaksanakan kawasan bersepeda dan dilaksanakan di 30 wilayah lainnya,” katanya.

Antisipasi Lonjakan Penumpang, Dishub DKI Tambah Armada Bus AKAP

JawaPos.com – Lonjakan penumpang diprediksi akan mewarnai musim mudik Hari Raya Idulfitri 2019. Dinas Perhubungan DKI Jakarta memperkirakan kenaikan jumlah pemudik terjadi pada pengguna moda transportasi bus.

Kepala Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Muslim, memperkirakan akan terjadi kenaikan jumlah penumpang sekitar 25-
30 persen. Untuk itu, sejumlah Perusahaan Otobus pun telah mengantisipasinya dengan menyiapkan armada tambahan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Muslim mengatakan, jumlah bus reguler dan tambahan yang disiapkan mencapai 2189 armada yang tersebar di terminal bus utama dan terminal bantuan. Jumlah itu belum termasuk ribuan armada yang disiapkan di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur.

“Di terminal-terminal di bawah UP Terminal Angkutan Jalan sekitar 2189 unit yang siap layani pemudik. Itu belum yang dari Terminal Terpadu Pulogebang karena mereka punya unit pengelola sendiri,” ujar Muslim kepada wartawan, Senin (27/5).

Untuk di Terminal Terpadu Pulogebang, lanjut Muslim, bus reguler yang dipersiapkan sebanyak 965 armada dan bus tambahan 200 armada. Total secara keseluruhan armada mudik yang akan berangkat dari terminal utama dan terminal bantuan sebanyak 3365 armada.

Jumlah tersebut belum masih berpotensi ditanbah. Pasalnya bus yang melakukan pemberangkatan perjalan dari pool dan Lebak Bulus tidak masuk hitungan ini. Demi mengurai lonjakan pemudik, Muslim menyebut Dinas Perhubungan DKI Jakarta memang menyiapkan terminal bantuan untuk melengkapi empat terminal utama yang difungsikan pada musim mudik tahun ini.

Adapun terminal bus utama yakni Terminal Rambutan Jakarta Timur, Terminal Kalideres Jakarta Barat, Terminal Tanjung Priok Jakarta Utara dan Terminal Terpadu Pulogebang Jakarta Timur. Sedangkan terminal bus bantuan yang disiapkan yakni Terminal Pinang Ranti dan Terminal Rawamangun di Jakarta Timur, Terminal Grogol di Jakarta Barat dan Terminal Muara Angke di Jakarta Utara.

“Untuk Terminal Lebak Bulus sementara secara resmi belum ditetapkan sebagai terminal bantuan akan tetapi seperti biasa secara reguler ada pemberangkatan penumpang di Lebak Bulus. Mengingat masih ada potensi penumpang di sana,” sambung Muslim.

Dengan fasilitas minim di Lebak Bulus membuat terminal tersebut tidak ditetapkan secara resmi sebagai terminal bus bantuan. Selain fokus menyediakan terminal bantuan dan menambah armada bus, Dishub DKI juga berupaya memaksimalkan fasilitas terminal antara lain lajur keberangkatan, kedatangan dan ruang tunggu penumpang.

“Untuk persiapan sarana terminal, Dishub akan memastikan adanya informasi harga tiket, pos kesehatan dan tes urine bagi awak bus, layanan informasi dan aduan, pos pengecekan laik jalan kendaraan, pos terpadu dan penyediaan ruang istirahat,” terang Muslim.

Terpisah, Kordinator Lapangan PO Santika, Dayat, mengatakan, peningkatan penumpang bus AKAP sudah mulai dirasakan sejak tol Trans Jawa tersambung. Di momentum lebaran ini, bahkan PO Santika telah mengalami peningkatan permintaan penumpang secara signifikan.

“Memang semenjak tol jadi ini ada peningkatan sampai 30 persen. Saat ini saja untuk reguler kita biasanya sehari berangkatkan 21 armada sekarang menjadi 35 unit sejak tanggal 19 Mei kemarin,” kata dia.

Dayat memprediksi lonjakan penumpang akan mencapai puncaknya pada tanggal 31 Mei, 1 Juni dan 2 Juni nanti. Oleh sebab itu armada cadangan sudah siapkan. Nantinya, armada ini akan diberangkatkan dari semua terminal yang ditunjuk oleh pemerintah termasuk sejumlah terminal bantuan.

Berikut data bus reguler dan tambahan di terminal di bawah pengawasan UP Terminal Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta

Terminal Bus Utama :
1. Terminal Kp Rambutan
Bus Reguler = 1.017
Bus Bantuan = 200
Jumlah = 1.217

2. Terminal Kalideres :
Bus Reguler = 610
Bus Bantuan = 120
Jumlah = 730

3. Terminal Tanjung Priok
Bus Reguler = 90
Bus Bantuan = 50
Jumlah = 140

4. Terminal Terpadu Pulogebang
Bus Reguler = 965
Bus Tambahan = 200
Jumlah= 1165

Jumlah bus tambahan di terminal bantuan:
Rawamangun= 25
Pinang Ranti = 40
Grogol = 22
Muara Angke= 15
Jumlah = 102

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan

Mudik Gratis 2019 Bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam hal ini Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2019 melakukan kegiatan arus mudik gratis bagi warga Ibu Kota.

Tersedia 10 Kota tujuan dalam mudik gratis yang akan dilakukan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Kali ini, diantaranya untuk Provinsi Jawa Barat : Ciamis & Kuningan; Provinsi Jawa Tengah : Tegal, Pekalongan, Semarang, Kebumen, Solo & Wonogiri ; Provinsi DI Yogyakarta : Yogyakarta dan Provinsi Jawa Timur : Jombang.

Penyelenggaraan Mudik Gratis Kali ini akan tersedia untuk 16.587 penumpang dan 5.560 sepeda motor. Pendaftaran dapat dilakukan melalui online pada portal https://mudikgratis.jakarta.go.id/ atau bisa mendatangi kantor Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan Suku Dinas Perhubungan di 5 Wilayah DKI Jakarta.

Adapun alamat kantor yang dapat dikunjungi untuk melakukan pendaftaran ataupun verifikasi berkas pendaftaran :

  1. Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta
    Jl. Taman Jatibaru No.1, RT.17/RW.1, Cideng, Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10150
  2. Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur
    Jl. Pegambiran No.31A, RT.16/RW.6, Jati, Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
  3. Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat
    Jl. Raya Ring Road, Rawa Buaya, Cengkareng, RT.8/RW.6, Duri Kosambi, Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11750
  4. Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat
    Jl. St. Senen No.5, RW.3, Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10410
  5. Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara
    Jalan Laksamana Yos Sudarso, Rawabadak Utara, Koja, RT.6/RW.14, Rawabadak Utara, Jakarta Utara, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14230
  6. Suku Dinas Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Selatan
    Kavling 45-46, Mt Haryono, RT.3/RW.3, Cikoko, Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12810

Bagi warga Ibu Kota yang akan mengikuti Mudik Gratis ini, perlu menyiapkan KTP/Kartu Keluarga (Surat Keterangan dari Kelurahan) yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta dan bagi peserta mudik gratis yang akan membawa serta sepeda motornya dapat menyertakan STNK.

Scroll to top