Seleksi Calon Anggota Dewan Transportasi Kota Provinsi DKI Jakarta Periode Tahun 2020 – 2023.

Dasar Hukum:

  1. Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi;
  2. Peraturan Gubernur Nomor 265 Tahun 2015 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Dewan Transportasi Kota Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Pendaftaran seleksi administrasi mulai tanggal 7 Oktober 2019 s.d 21 Oktober 2019.

Dengan persyaratan dan ketentuan dapat diunduh di link berikut ini :

Persyaratan & Formulir Pendaftaran Anggota DTKJ Periode 2020 – 2023

Informasi lebih lanjut dapat dilihat di website dan sosial media Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta.

Jakarta sukses meraih posisi tiga besar dalam Sustainable Transport Award

JAKARTA – Berdasarkan rilis dari The Institute for Transportation and Development  Policy (ITDP) Indonesia, Kamis (27/6), Jakarta dianggap berhasil dalam menaikkan jumlah penumpang hingga 200 persen kurang dari 3 tahun, serta fasilitas pejalan kaki, akses menuju stasiun dan halte angkutan umum.⁠

Selain itu, Jakarta juga berhasil meningkatkan fasilitas pejalan kaki dan akses menuju stasiun, dan halte angkutan umum, serta menciptakan hub-hub untuk mengintegrasikan seluruh moda transportasi umum.

Sustainable Transport Award (STA) adalah ajang penghargaan tahunan yang menilai perbaikan mobilitas kota dan inovasi sistem transportasi⁣.

Jakarta sukses meraih posisi tiga besar dalam Sustainable Transport Award atas konsep dan eksekusi integrasi antar moda transportasi publik, peningkatan akses pejalan kaki menuju stasiun dan halte, serta keberhasilan meningkatkan jumlah penumpang TransJakarta sebanyak dua kali lipat dalam waktu dua tahun.

Keberhasilan Jakarta masuk tiga besar ini, ditambah dengan penilaian TomTom Traffic Index 2018 bahwa Jakarta mengalami penurunan kemacetan terbesar dibanding 400 kota lain, adalah sebuah pengakuan dunia bahwa kita sedang berada di jalur yang benar dan kita bisa berubah mengatasi tantangan kronis Ibukota.

Sumber : @kumparancom@aniesbaswedan @itdpindonesia@dkijakarta #dishubdkijakarta#TransportasiJakarta#PemprovDKIJakarta #STAAward

Tingkat Kemacetan Jakarta Turun 8% di Tahun 2018

Jakarta – Dikutip dari Tom Tom Traffic Index 2018 Tingkat Kemacetan di Ibu Kota turun 8% dari tahun sebelumnya. Dengan Turunnya tingkat Kemacetan sebesar 8% ini, Jakarta berada pada peringkat ke-7 kota termacet di dunia Turun dibanding Tahun sebelumnya yang berada pada peringkat ke-4 kota termacet di dunia.

Dalam daftar tersebut, Jakarta masih kalah dengan Bangkok, Thailand yang berada pada peringkat ke-8 Kota Termacet di Dunia. Dengan adanya pembangunan Infrastruktur Transportasi yang sedang berjalan dan Perbaikan layanan Angkutan Umum di Jakarta semoga bisa menurunkan tingkat kemacetan di Ibu Kota dan Masyarakat mulai beralih ke Moda Transportasi Angkutan Umum.

Antisipasi Lonjakan Penumpang, Dishub DKI Tambah Armada Bus AKAP

JawaPos.com – Lonjakan penumpang diprediksi akan mewarnai musim mudik Hari Raya Idulfitri 2019. Dinas Perhubungan DKI Jakarta memperkirakan kenaikan jumlah pemudik terjadi pada pengguna moda transportasi bus.

Kepala Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Muslim, memperkirakan akan terjadi kenaikan jumlah penumpang sekitar 25-
30 persen. Untuk itu, sejumlah Perusahaan Otobus pun telah mengantisipasinya dengan menyiapkan armada tambahan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Muslim mengatakan, jumlah bus reguler dan tambahan yang disiapkan mencapai 2189 armada yang tersebar di terminal bus utama dan terminal bantuan. Jumlah itu belum termasuk ribuan armada yang disiapkan di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur.

“Di terminal-terminal di bawah UP Terminal Angkutan Jalan sekitar 2189 unit yang siap layani pemudik. Itu belum yang dari Terminal Terpadu Pulogebang karena mereka punya unit pengelola sendiri,” ujar Muslim kepada wartawan, Senin (27/5).

Untuk di Terminal Terpadu Pulogebang, lanjut Muslim, bus reguler yang dipersiapkan sebanyak 965 armada dan bus tambahan 200 armada. Total secara keseluruhan armada mudik yang akan berangkat dari terminal utama dan terminal bantuan sebanyak 3365 armada.

Jumlah tersebut belum masih berpotensi ditanbah. Pasalnya bus yang melakukan pemberangkatan perjalan dari pool dan Lebak Bulus tidak masuk hitungan ini. Demi mengurai lonjakan pemudik, Muslim menyebut Dinas Perhubungan DKI Jakarta memang menyiapkan terminal bantuan untuk melengkapi empat terminal utama yang difungsikan pada musim mudik tahun ini.

Adapun terminal bus utama yakni Terminal Rambutan Jakarta Timur, Terminal Kalideres Jakarta Barat, Terminal Tanjung Priok Jakarta Utara dan Terminal Terpadu Pulogebang Jakarta Timur. Sedangkan terminal bus bantuan yang disiapkan yakni Terminal Pinang Ranti dan Terminal Rawamangun di Jakarta Timur, Terminal Grogol di Jakarta Barat dan Terminal Muara Angke di Jakarta Utara.

“Untuk Terminal Lebak Bulus sementara secara resmi belum ditetapkan sebagai terminal bantuan akan tetapi seperti biasa secara reguler ada pemberangkatan penumpang di Lebak Bulus. Mengingat masih ada potensi penumpang di sana,” sambung Muslim.

Dengan fasilitas minim di Lebak Bulus membuat terminal tersebut tidak ditetapkan secara resmi sebagai terminal bus bantuan. Selain fokus menyediakan terminal bantuan dan menambah armada bus, Dishub DKI juga berupaya memaksimalkan fasilitas terminal antara lain lajur keberangkatan, kedatangan dan ruang tunggu penumpang.

“Untuk persiapan sarana terminal, Dishub akan memastikan adanya informasi harga tiket, pos kesehatan dan tes urine bagi awak bus, layanan informasi dan aduan, pos pengecekan laik jalan kendaraan, pos terpadu dan penyediaan ruang istirahat,” terang Muslim.

Terpisah, Kordinator Lapangan PO Santika, Dayat, mengatakan, peningkatan penumpang bus AKAP sudah mulai dirasakan sejak tol Trans Jawa tersambung. Di momentum lebaran ini, bahkan PO Santika telah mengalami peningkatan permintaan penumpang secara signifikan.

“Memang semenjak tol jadi ini ada peningkatan sampai 30 persen. Saat ini saja untuk reguler kita biasanya sehari berangkatkan 21 armada sekarang menjadi 35 unit sejak tanggal 19 Mei kemarin,” kata dia.

Dayat memprediksi lonjakan penumpang akan mencapai puncaknya pada tanggal 31 Mei, 1 Juni dan 2 Juni nanti. Oleh sebab itu armada cadangan sudah siapkan. Nantinya, armada ini akan diberangkatkan dari semua terminal yang ditunjuk oleh pemerintah termasuk sejumlah terminal bantuan.

Berikut data bus reguler dan tambahan di terminal di bawah pengawasan UP Terminal Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta

Terminal Bus Utama :
1. Terminal Kp Rambutan
Bus Reguler = 1.017
Bus Bantuan = 200
Jumlah = 1.217

2. Terminal Kalideres :
Bus Reguler = 610
Bus Bantuan = 120
Jumlah = 730

3. Terminal Tanjung Priok
Bus Reguler = 90
Bus Bantuan = 50
Jumlah = 140

4. Terminal Terpadu Pulogebang
Bus Reguler = 965
Bus Tambahan = 200
Jumlah= 1165

Jumlah bus tambahan di terminal bantuan:
Rawamangun= 25
Pinang Ranti = 40
Grogol = 22
Muara Angke= 15
Jumlah = 102

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan

Mudik Gratis 2019 Bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam hal ini Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2019 melakukan kegiatan arus mudik gratis bagi warga Ibu Kota.

Tersedia 10 Kota tujuan dalam mudik gratis yang akan dilakukan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Kali ini, diantaranya untuk Provinsi Jawa Barat : Ciamis & Kuningan; Provinsi Jawa Tengah : Tegal, Pekalongan, Semarang, Kebumen, Solo & Wonogiri ; Provinsi DI Yogyakarta : Yogyakarta dan Provinsi Jawa Timur : Jombang.

Penyelenggaraan Mudik Gratis Kali ini akan tersedia untuk 16.587 penumpang dan 5.560 sepeda motor. Pendaftaran dapat dilakukan melalui online pada portal https://mudikgratis.jakarta.go.id/ atau bisa mendatangi kantor Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan Suku Dinas Perhubungan di 5 Wilayah DKI Jakarta.

Adapun alamat kantor yang dapat dikunjungi untuk melakukan pendaftaran ataupun verifikasi berkas pendaftaran :

  1. Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta
    Jl. Taman Jatibaru No.1, RT.17/RW.1, Cideng, Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10150
  2. Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur
    Jl. Pegambiran No.31A, RT.16/RW.6, Jati, Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
  3. Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat
    Jl. Raya Ring Road, Rawa Buaya, Cengkareng, RT.8/RW.6, Duri Kosambi, Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11750
  4. Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat
    Jl. St. Senen No.5, RW.3, Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10410
  5. Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara
    Jalan Laksamana Yos Sudarso, Rawabadak Utara, Koja, RT.6/RW.14, Rawabadak Utara, Jakarta Utara, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14230
  6. Suku Dinas Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Selatan
    Kavling 45-46, Mt Haryono, RT.3/RW.3, Cikoko, Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12810

Bagi warga Ibu Kota yang akan mengikuti Mudik Gratis ini, perlu menyiapkan KTP/Kartu Keluarga (Surat Keterangan dari Kelurahan) yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta dan bagi peserta mudik gratis yang akan membawa serta sepeda motornya dapat menyertakan STNK.

Dishub DKI Jakarta Cek Kelayakan Angkutan Umum AKAP

Jakarta – Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan memeriksa kelayakan kendaraan angkutan umum di seluruh Jakarta. Kendaraan yang tidak layak jalan akan distop operasinya. melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ram cek terhadap bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (11/04/2019)

Kepala Terminal Bus Kalideres Revi Zulkarnaen mengatakan, bahwa ram cek pra angkutan lebaran 2019 yang kembali digelar ini melibatkan petugas UP PKB Kedaung Angke, Dalops Dinas Perhubungan Pemprov DKI, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat dan Gakum ditlantas Polda Metro Jaya.

“Dimulai dari kemaren ram cek ini dengan tujuan semua bus yang berangkat dari terminal Kalideres dalam keadaan layak jalan. Apabila kendaraan itu layak jalan tentunya akan diberikan stiker dari Dinas Perhubungan dengan cara ditempel didepan kaca bus tersebut,” ucapnya.

Revi menjelaskan, ram cek pra angkutan lebaran yang di mulai dari tanggal 8 April sampai tanggal 26 April 2019, jumlah yang sudah diperiksa totalnya ada 69 kendaraan. Dan hari ini sudah 10 kendaraan yang diperiksa, 7 kendaraan di nyatakan lulus, sedangkan 3 kendaraan dinyatakan tidak lulus. Seperti kacanya yang sudah retak, tidak dilengkapi alat perlengkapan pemukul kaca, tidak ada kotak obat juga segitiga pengaman.

“Dari pemeriksaan ram cek ini dilihat dari unsur pelanggarannya dan ada tiga unsur yaitu unsur administrasi, unsur utama dan teknis penunjang. Kalau unsur penunjang diberikan surat teguran supaya melengkapi kekurangannya,” terang Revi.

Menurutnya, kenapa ram cek dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya, karena ada masa waktu bagi perusahan bus atau pemilik kendaraan untuk memperbaiki kekurangannya,

“Seperti remnya kurang maksimal sehingga pas di hari lebaran nanti semua kendaraan tersebut di pastikan layak jalan dan calon penumpang pun pada saat perjalanan mudik lebaran merasa aman dan nyaman,,” jelasnya.

Pewarta : Sugeng

Sumber : wartalika.id

Pembatasan Mobil Pribadi di Kemang, Anies: Jangan Fokus soal Larangan

Jakarta – Pembatasan kendaraan di kawasan Kemang akan diberlakukan setelah revitalisasi trotoar selesai. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat tidak fokus pada larangan saja.

“Begini, bukan, intinya jangan fokus pada soal larangan. Yang justru harus dibangun adalah kita membuat suatu ekosistem yang secara perekonomian sehat, dampak lingkungan hidup, dan lalu lintasnya minim,” ucap Anies kepada wartawan di JS Luwansa Hotel, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Kamis (11/9/2019).
Anies tak hanya melakukan pembatasan di Kemang, tapi juga di lokasi lain, seperti Jalan Kendal, kawasan Stasiun Sudirman. Ada maksud lain dari penutupan tersebut.

“Sama seperti kita buat kebijakan soal Jalan Kendal dibuat jadi tempat pejalan kaki. Dan ketika itu dilakukan, fokusnya kan juga bukan larangan mobil lewat Jalan Kendal, fokusnya adalah bagaimana Jalan Kendal bisa dipakai untuk mobilitas antarmoda,” ucap Anies.

Seperti diketahui, saat ini Pemprov DKI Jakarta sedang merevitalisasi trotoar di kawasan Kemang. Trotoar di Kemang akan diperlebar hingga 3 meter. Total trotoar yang diperlebar sepanjang 7,5 kilometer dari Jalan Prapanca sampai Kemang Selatan.
Kawasan Kemang nantinya akan dibatasi dari kendaraan pribadi untuk membuat nyaman pejalan kaki. Kendaraan pribadi tanpa tanda pengenal dilarang melintas.

“Yang boleh masuk mobil si warga itu sendiri sama shuttle bus yang disiapkan untuk angkut orang masuk ke kawasan itu. Namun kendaraan dari luar nggak boleh masuk, kecuali kendaraan pribadi milik warga,” kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugara di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (8/4).

Sumber : detik.com

Scroll to top