
Jakarta, 8 Agustus 2026 – Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta memastikan layanan pengaturan lalu lintas kepada masyarakat tetap berjalan pascakebakaran Gedung Teknis Abdul Muis, Jakarta Pusat. Kebakaran yang terjadi pada Jumat (7/8) malam berdampak pada ruang operasional Sistem Pengendalian Lalu Lintas (SPLL) Dinas Perhubungan di lantai 16.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir karena lampu lalu lintas tetap beroperasi. Dishub juga telah menyiapkan langkah antisipasi untuk memastikan pengaturan lalu lintas tetap berjalan.
“Layanan lalu lintas tetap berjalan dan lampu lalu lintas tetap beroperasi. Kami juga menyiapkan langkah-langkah antisipasi di lapangan agar mobilitas masyarakat tetap terlayani,” kata Budi, Sabtu (8/8).
Sebagai langkah penguatan, Dishub akan menempatkan petugas di sejumlah persimpangan yang menjadi titik perhatian dan berpotensi mengalami kepadatan. Jajaran Dinas Perhubungan hingga masing-masing Suku Dinas Perhubungan di lima wilayah kota administrasi akan mengerahkan personel untuk melakukan pengaturan dan pemantauan lalu lintas secara langsung di simpang-simpang prioritas.

Selain itu, Dishub juga melakukan penataan kembali dukungan operasional SPLL, termasuk merelokasi petugas Call Center 1500813 ke Kantor Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Perhubungan di MT Haryono. Proses pemindahan tersebut telah dimulai sejak hari ini, Sabtu (8/8).
Meski proses relokasi berlangsung, Budi memastikan masyarakat tetap dapat menghubungi Call Center 1500813. Layanan tersebut tetap berjalan selama proses pemindahan berlangsung.
“Nomor Call Center 1500813 tetap dapat dihubungi masyarakat. Kami memastikan pelayanan tetap berjalan selama proses relokasi dan terus melakukan penyesuaian operasional agar layanan dapat kembali optimal,” ujar Budi.
Budi menegaskan, masyarakat tetap dapat beraktivitas seperti biasa dan diimbau mengikuti pengaturan lalu lintas yang diberikan petugas apabila terdapat pengaturan langsung di persimpangan.
“Dishub hadir untuk Jakarta. Kami memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dan melakukan penyesuaian operasional sesuai kondisi di lapangan,” imbuh Budi.
